10 Days of Activism against Violence Against Women in Politics (VAWP)

Malala Yousafzai, seorang aktivis HAM dan pendidikan asal Pakistan yang dikenal sebagai peraih Nobel Perdamaian termuda dan menjadi simbol global untuk pendidikan anak perempuan setelah selamat dari penembakan Taliban di usia remaja dan terus menyuarakan hak-hak perempuan di seluruh dunia. Malala menyampaikan bahwa ada saat dimana anda harus memilih diam atau berdiri. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks menghadapi ancaman Taliban yang melarang anak perempuan bersekolah.

Dia menyadari bahwa memilih diam berarti membiarkan langgengnya ketidakadilan dan berdiri untuk kebenaran adalah satu-satunya cara menciptakan perubahan. Semangat yang sama bagi perempuan pejuang HAM dan lingkungan, politisi perempuan, aktivis, perempuan akar rumput, dan perempuan lainnya.

Solidaritas Perempuan bersama International Republican Institute dan Women’s Democracy Network melakukan kampanye digital #EndVAWP #SheLeads bersama-sama menyuarakan perlawanan terhadap segala bentuk kekerasan berbasis gender dan mengajak lebih banyak orang menjadi bagian dari upaya penegakkan keadilan, karena setiap perempuan berhak hidup aman dan bebas dari kekerasan.

#EndVAWP
#SheLeads
#WDN20
#Perempuanberdaulat

Facebook
Twitter
LinkedIn
X
WhatsApp

Leave a Comment

Artikel Lainnya

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru