Solidaritas Perempuan (SP) kembali menggerakkan anggota SP, orang muda dan perempuan akar rumput di Bojonegoro melalui ruang diskusi dan penguatan gerakan perempuan. Langkah ini berangkat dari pentingnya membangun kesadaran kritis terhadap situasi ketidakadilan yang dihadapi oleh Perempuan akibat Pembangunan Patriarkhi, system global yang mendominasi, dan kontrol atas seksualitas tubuh perempuan.
Pada bulan Juli 2026 kelompok muda mengikuti Training Feminis dan Training Keorganisasin SP yang dilanjutkan dengan Training Seksualitas dan Training Globalisasi pada 23 – 26 Oktober 2026 di Aula Rusunawa Bojonegoro yang difasilitasi oleh Sekretariat Nasional SP. Training ini bertujuan memperkuat kapasitas, kesadaran kritis, dan ideologi feminis anggota dan calon anggota Solidaritas Perempuan agar bisa menganalisis pengontrolan seksualitas atau ketubuhan perempuan dan dampak globalisasi sebagai bagian dari politik ekonomi global yang memperkuat relasi kuasa kapital, patriarki, militerisme, dan fundamentalisme, serta dampaknya terhadap kehidupan, ruang hidup, tubuh, dan kedaulatan perempuan akar rumput
Kelompok muda, anggota SP dan Perempuan akart rumput yang telah mengikuti training diatas sudah memiliki kapasitas untuk menganalisis pola pembangunan ekstraktif yang mengeksploitasi sumber daya alam di Bojonegoro yang kerap mengabaikan partisipasi bermakna perempuan. Kelompok muda, anggota SP dan Perempuan akar rumput yang telah mengikuti training ini bisa mengidentifikasi pengalaman penindasan pada dirinya, baik di keluarga, masyarakat dan negara sebagai dampak patriarki, tafsir agama dan kebijakan negara yang melahirkan banyak ketidakadilan bagi perempuan. Hal ini tidak terlepas dari kepentingan politik ekonomi global yang mengintervensi negara memperkuat liberalisasi, swastanisasi melalui kebijakan yang tidak adil bagi perempuan dan subjek rentan lainnya.
Wawancara dengan Armayanti Sanusi Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan menyampaikan bahwa “Kita ingin membongkar ketertindasan perempuan akibat dari mekanisme politik ekonomi global yang kita sebut dengan globalisasi. Bahwa dari pola-pola pembangunan yang sangat ekstraktif, yang mengeksploitasi sumber daya alam, termasuk juga ketiadaan partisipasi bermakna perempuan, sebenarnya dia menimbulkan berbagai lapisan kekerasan, ataupun berbagai lapisan ketidakadilan bagi perempuan,”
Melalui Training Seksualitas dan Globalisasi, kelompok muda, anggota SP dan perempuan akar rumput yang ada di Bojonegoro, membedah persoalan ketubuhan perempuan, bukan hanya eksploitasi fisik, tetapi juga kendali terhadap pikiran, ruang gerak, hasil kerja dan tubuh. Salah satu bentuk pengontrolan pikiran bagi perempuan adalah pilihan politik. Pilihan politik di kontrol oleh keluarga, kebijakan dan sistem sosial yang mendiskriminasi perempuan.
Mereka juga diajak menganalisi kebijakan yang melahirkan penindasan terhadap Perempuan, seperti kebijakan yang membuka pintu dan mempermudah proyek-proyek maupun perusahaan-perusahaan yang mengeksploitasi sumberdaya alam. Kehadiran mereka tidak terlepas dari kepentingan global yang keberadaannnya dilegalkan oleh negara melalui. Lembaga Keuangan Internasional merupakan organisasi yang mendukung kerja-kerja pemilik modal untuk menjalan usahanya untuk mengeksploitasi sumbar daya alam.
Ruang diskusi merupakan salah satu strategi untuk membangun kesadaran kritis perempuan, untuk bisa melihat penindasan dan ketidakadilan yang terjadi disekeliling mereka. Perubahan sikap dan pola pikir perempuan akan melahirkan keberanian untuk berbicara dan menyampaikan situasi, kondisi dan kepentingan perempuan. Dan secara bersama-sama bergerak memperjuangkan keadilan dan kesetaraan bagi perempuan. Kesadaran kritis perempuan juga sebagai modal untuk melakukan transformasi pikiran dengan cara-cara yang adil dan tidak menindas.
Saat ini, berbekal pengetahuan yang diterima saat training dan diskusi-diskusi lainya bersama SP, gerakan kelompok muda, anggota SP dan Perempuan akar rumput semakin solid. Orang muda, mahasiswa, akademisi, serta perempuan akar rumput saling menguatkan dalam gerakan ini untuk menyuarakan dan mendukung gerakan perempuan di Bojonegoro serta memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya perempuan dan subjek rentan lainya. Kolektifitas ini merupakan langkah awal bagi perempuan untuk menginisiasi lahirnya sebuah komunitas sebagai rumah gerakan untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih dan sejahtera dengan lahirnya Komunitas SP di Bojonegoro
Fina, Kelompok Muda Bojonegoro, 26 Oktober 2026


