
Mengutip data dari studi Inter-Parliamentary Union (IPU) tahun 2016 yang mensurvei 55 anggota parlemen perempuan dari 39 negara, bahwa sebanyak 44% politisi perempuan menerima ancaman kematian, pemerkosaan, atau kekerasan fisik. Ruang politik menjadi sasaran disinformasi karena menjadi ruang di mana perjuangan perempuan untuk berperan dan menyuarakan kepentingan perempuan di publik, sarat akan stigma. Proses pembungkaman ini, dilakukan untuk melanggengkan stigma, meminggirkan perempuan, dan menciptakan ancaman psikologis terhadap politisi perempuan.
Solidaritas Perempuan bersama International Republican Institute dan Women’s Democracy Network melakukan kampanye digital #EndVAWP #SheLeads karena segala bentuk ancaman sebagai bentuk pembungkaman berdampak mengikis demokrasi, ancaman psikis dan fisik juga turut mengikis kepercayaan publik terhadap aktor politik perempuan, karena memilih mundur atau bertahan dengan langkah yang seolah aman.
#EndVAWP
#SheLeads
#WDN20
#Perempuanberdaulat


